• About
  • Sitemap
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Contact

ANAK GUNDAR

Tugas Penunjang

  • Teknologi
    • Android
    • Komputer
  • Otomotif
  • Game
  • Pelajaran
Home » Pelajaran »


TUGAS REVIEW JURNAL/PAPER
NamaDosen                : Maulana Malik Ibrahim
Nama Reviewer          : Pandu Erawam
Kelas                           : 3KA37
Nama Penulis Paper    : Andreas Handojo, Justinus Andjar wirawan
Judul Paper                 : PEMBANGUNAN JARINGAN KOMPUTER NIRKABEL DENGAN FREEBSD SEBAGAI GATEWAY

Link Jurnal                  : http://jurnalinformatika.petra.ac.id/index.php/inf/article/download/15822/15814



REVIEW

ABSTRAK: Jaringan komputer nirkabel (wireless) adalah teknologi yang masih bisa dibiang baru dalam dunia jaringan komputer, teknologi ini memungkinkan menghubungkan sebuah komputer tanpa menggunakan kabel melainkan menggunakan gelombang radio dengan frekuensi 2.4 GHz. Jaringan komputer saat ini umumnya masih menggunakan kabel dengan  perbedaan media yaitu udara dan kabel maka dibutuhkan suatu alat (hardware) untuk menggabungkan kedua jaringan yang berbeda media tersebut. Alat ini bernama access point. Tetapi harga access point tersebut tidaklah murah sehingga perlu dicarikan solusinya yaitu menggunakan personal computer dengan sistem operasi FreeBSD. Tetapi solusi tersebut tidak bisa sempurna seperti access point yang berupa perangkat keras. Tetapi semua itu bukanlah masalah besar karena tidak semua fasilitas accses point digunakan.

1.        PENDAHULUAN
Konsep awal dari jaringan komputer adalah komunikasi data antar komputer. Untuk pertama kalinya komunikasi data antar komputer tersebut bersifat point-to-point yaitu hanya ada dua komputer yang saling terhubung. Setelah lama perkembangan konsep tersebut dikembangkan sehingga pertukaran data yang terjadi saat itu bersifat pertukaran antar komputer berubah menjadi jaringan komputer. Konsep jaringan komputer berbeda dengan konsep komunikasi data biasa, dimana lebih dari 2(dua) komputer saling terhubung dengan media kabel sehingga tiap komputer dapat saling bertukar data. Awalnya pengimplementasian jaringan komputer adalah menggunakan kabel. Seiring dengan berjalannya waktu, perkembangan jaman dan tututan kecepatan transaksi data, teknologi kabel terus berkembang mulai dari coaxial dengan kecepatan 10Mbps, UTP 10BaseT, UTP 100BaseT, coaxial 100Mbps, dan hingga saat artikel ini dibuat oleh pengarang telah keluar teknologi kabel UTP dengan kecepatan 1Gbps. Selain penggunaan kabel dan teknologi semakin berkembang maka keluar transfer data menggunakan serat optik, dimana kecepatan transfer data jauh melebihi menggunakan kabel pada umumnya. Tetapi semua itu masih belum cukup karena semua teknologi tersebut menggunakan media kabel dan membutuhkan biaya yang cukup tinggi terlebih jika jarak antar komputer sangat jauh. Selain itu cara pemasangan kabel yang tidak praktis dan kabel harus  ditanam agar rapi. Untuk mengatasi hal tersebut maka keluarlah inovasi dimana pertukaran data tidak lagi menggunakan kabel melainkan menggunan udara dan gelombang radio sebagai media pengiriman dan data yang dikirimkan menggunakan gelombang radio. Karena media yang digunakan adalah udara maka semua komputer yang akan dihubungkan dengan jaringan tersebut maka semua device ethernet (port RJ45) harus diganti dengan device nirkabel tetapi dikarenakan jumlah jaringan kabel yang lama lebih banyak daripada jaringan nirkabel maka biaya penggantian tersebut akan sangat banyak. Selain itu masalah lainnya yaitu bandwith untuk device nirkabel maksimum hanya mencapai 11Mbps sehingga kebutuhan kecepatan kuarang terpenuhi. Untuk mengatasi hal tersebut maka ada device yaitu “access  point” dimana salah satu fungsinya untuk menghubungkan jaringan dengan media kabel dengan jaringan media nirkabel. Meskipun dapat menghubungkan kedua jaringan tersebut tetapi harga “access point” cukup mahal sehingga dicarikan solusi yaitu menggunakan sebuah “personal computer” dengan sistem operasi FreeBSD dimana dengan sistem operasi tersebut dapat menghubungkan kedua jaringan yang berbeda media device tersebut menggunakan metode routing. Dalam paper yang dibuat oleh penulis akan dibahas mengenai perancangan jaringan rendah biaya dengan menggunakan “Personal Computer” dengan sistem operasi FreeBSD dengan sebagai pengganti “access point”

2. DASAR TEORI
FreeBSD merupakan sistem operasi berbasis POSIX (Portable Operating System based on UNIX) /distro LINUX yang dikembangkan oleh Universitas Barkeley California. Sistem operasi ini memiliki stabilitas yang baik dan informasi security advisoty yang cepat disitus web resminya di www.freebsd.org. FreeBSD memiliki dukungan terhadap perangkat nirkabel dan alat untuk mengkonfigurasi device nirkabel pada instalasi defaultnya. Konfigurasi untuk FreeBSD sangat mudah terutama untuk konfigurasi NAT dan router. Selain ada beberapa kemudahan tetapi untuk proses instalasi Sistem Operasi tersebut lebih rumit dibandingkan dengan sistem operasi Windows dan Linux lainnya.

3. TEKNOLOGI JARINGAN NIRKABEL
Jaringan nirkabel memiliki beberapa tipe stadarisasi yaitu 802.11b, 802.11a, dan 802.11g. Perbedaan dari standarisasi tersebut adalah :

Tabel 1. Spesifikasi Standar 802.11b
Frequency
2.4 Ghz
#non-overlapping channels
3
Max Speed (Mbps) Interference – microwaves,
11
Real throughput (Mbps)
4-6
Interference – microwaves, portabel phones, Bluetooth
Yes
Distance for max speed 120
140 ft
Distance for half speed 120
140 ft
Maturity
Very mature

Tabel 2. Spesifikasi Standar 802.11a
Frequency
5 Ghz
#non-overlapping channels
8
Max Speed (Mbps) Interference – microwaves,
54
Real throughput (Mbps)
22-27
Interference – microwaves, portabel phones, Bluetooth
No
Distance for max speed 120
1-2 ft
Distance for half speed 120
60 ft
Maturity
Early

Tabel 3. Spesifikasi Standar 802.11g
Frequency
2.4 Ghz
#non-overlapping channels
3
Max Speed (Mbps) Interference – microwaves,
54
Real throughput (Mbps)
22-27
Interference – microwaves, portabel phones, Bluetooth
Yes
Distance for max speed 120
120-140 ft
Distance for half speed 120
??? ft
Maturity
No product













Jenis antena pada jaringan nirkabel ada beberapa macam yaitu:
1.      Antena Omni directional (gambar 1), digunakan sebagai “access point” dan akan memberikan service pancaran secara 360o
Gambar 1. antena omni

2.       Antena Sektoral (gambar 2), antena ini memiliki prinsip yang sama dengan omni
tetapi antena ini memiliki perbedaan pancaran servisnya menjadi 90o,120o atau 180o.
Gambar 2. Antena dan Pola Radiasi Gelombang Sektoral

1.      Antena Directional, antena ada dua macam tipe yang pertama adalah tipe Yagi (gambar 3) dan yang kedua adalah antena semi parabola (gambar 4).
 
Gambar 3. Antena dan Pola Radiasi Gelombang Antena Yagi
 
Gambar 4. Antena dan Pola Radiasi Gelombang Semi Parabolic

Pancaran jarak maksimal dari dua antena tergantung dari jenis yang digunakan, apabila menggunakan omni directional bisa mecapai jarak antara 2-300 meter, 1 kilometer apabila menggunakan antena semi parabola, 2-3 kilometer apabila menggunakan antena Omni directional dengan penguat (200mW), dan pancarannya bisa mencapai beberapa kilometer dengan menggunakan antena semi parabola yang mengunnakan penguat. Dapat mencapai 50-60 kilometer apabila menggunakan parabola dan semi parabola yang menggunakan penguat yang cukup besar. Penggunaan penguat akan sangat tergantung dari peraturan pemerintah tiap negara tentang penggunaan frekuensi. Model konfigurasi jaringan nirkabel ada beberapa macam yaitu :

1.     Mode Adhoc
Mode ini sama model koneksi peer to peer dimana setiap host dapat berhubungan secara langsung. Karena menggunakan wireless sebagai homegrup
Gambar 1. Susunan Jaringan Nirkabel Mode Adhoc

2.    Mode Infrastructure
Mode ini mengatur sebuah jaringan nirkabel melalui sebuah alat yang bernama access point dan dapat menghubungkan media jaringan yang menggunakan nirkabel dengan kabel menggunakan alat access point
Gambar 6 . Susunan Jaringan Nirkabel Mode Infrastructure

Dengan menggunakan gateway dari FreeBSD maka dapat terbentuk sebuah susunan jaringan baru dimana setiap workstation/pc/device akan terkoneksi secara peer to peer dan dapat melewati PC dengan FreeBSD sebagai gateway menuju jaringan kabel.

4. IMPLEMENTASI
Pertama dibutuhkan sebuah personal komputer dengan spesifikasi yang tidak terlalu tinggi, minilam prosesor Pentium II keatas, 64MB RAM, HardDisk 2 Gb, Intel Ethernet Card, PCMCIAtoPCI Bridge, Orinnoco PCMCIA Wireless Device,Antena Omni HyperGain, konverter kabel dari antena ke nirkabel, CD-ROM (hanya untuk instalasi). Setelah itu ambil file image (iso) cdrom sistem operasi FreeBSD dari situs http://www.linuxiso.org. Setelah file selesai diambil, burning file image tersebut kedalam CD.
Sebelum melakukan instalasi, device nirkabel dan device ethernet dipasang dahulu ke komputer. Pertama  dikarenakan device nirkabel berupa PCMCIA (gambar 8) maka device tersebut perlu sebuah konverter port dimana konverter tersebut berupa device PCI device tersebut device PCMCIAtoPCI (gambar 9).
           
Gambar 8. Device Nirkabel Orinoco   Gambar 9. Device Bridge PCMCIAtoPCI

Setelah device dipasang ke PCMCIAtoPCI (gambar 10) kemudian pasang device PCMCIAtoPCI ke slot PCI yang kosong di kompter. Setelah memasang device nirkabel kemudian pasang device ethernet pada slot PCI yang lain
Gambar 10. Device Orinoco terpasang di Bridge PCMCIAtoPCI

Setelah semuanya selesai terpasang nyalakan komputer dan mulai install sistem operasi FreeBSD. Instalasi sistem operasi ini memerlukan pengalaman yang cukup, karena instalasi sistem operasi FreeBSD tergolong cukup rumit dibandingkan OS UNIX lainnya seperti Linux Ubuntu/Debian dikarenakan FreeBSD memiliki partisi hardisk yang sedikit berbeda dengan OS lainnya yang menggunakan format extended dan primary partition sedangkan FreeBSD menggunakan slice untuk format partisinya. Selain itu proses untuk instalasinya pun sampai paper ini ditulis instalasinya masih mengunakan Command Line Interfacet. Instalasi untuk sistem operasi ini yang diperlukan hanya menginstall base system saja tidak perlu ada tambahan package apapun karena package tersebut tidak akan digunakan dan akan menghabiskan memory/storage. Setelah proses instalasi selesai, selanjutnya mengkonfigurasi device yang sudah dipasang. Untuk masalah jaringan kabel diasumsikan bahwa implementasi jaringan kabel untuk device ethernet sudah tersetting dan jaringan kabel tersebut memiliki default gateway 202.43.253.1, hostname untuk IP 202.43.253.9 adalah matt.petra.ac.id dan telah terkoneksi dengan internet. Konfigurasi yang akan dibahas penulis ada dua macam yaitu : FreeBSD dikonfigurasi untuk menjadi router biasa dan yang yang kedua adalah dikonfigurasi sebagai router dan NAT (Network Address Translation). Fungsi dari NAT adalah sebagai sharing Internet jika suatu jaringan hanya memiliki satu IP Public yang dapat dikenali di Internet. Jadi NAT adalah salah satu cara untuk sharing Internet selain mengunakan proxy. Pada Microsoft Windows NAT juga disebut Internet Connection Sharing. Untuk konfigurasi pertama yang diakukan adalah mengkonfigurasi /etc/rc.conf dengan isi:
defaultrouter = “202.43.253.1” = IP default router
hostname=”matt.petra.ac.id” = hostname
gateway_enable=”YES” = untuk mengaktifkan gateway
ifconfig_fxp0=“inet 202.43.253.9 = konfigurasi ip hostname yang terkoneksi inet ke defice fxp0
netmask 255.255.255.0” = netmask ip

Untuk meakukan konfigurasi perlu kompile ulang kernel dengan penambahan konfigurasi pada file /usr/src/sys/i386/conf/GENERIC
options IPFIREWALL
options IPDIVERT

selain itu untuk file /etc/rc.conf perlu ditambahkan juga :
firewall_enable = “YES” = untuk mengaktifkan firewall
firewall_type = “OPEN” = untuk merubah tipe firewall menjadi open
natd_enable = “YES” = untuk mengaktifkan nat
natd_interface = “fxp0” = interface yang akan di NAT kan
natd_flags = “” = nat flag tetap kosong
     
Untuk device nirkabel yaitu nama interface wi0 tidak boleh dikonfigurasi secara automatis/dynamic karena pada saat device tersebut dikonfigurasi oleh file rc.conf ada kemungkinan device tersebut belum terload jadi bisa terjadi crash. Hal ini dikarenakan device nirkabel yang digunakan merupakan device PCMCIA yang diload oleh device PCMCIAtoPCI sehingga device yang diload oleh kernel pertama kali adalah device PCMCIAtoPCI  baru setelah itu selang beberapa waktu baru device nirkabel yang akan terdeteksi dan akan diload oleh kernel. Umumnya device nirkabel akan terdeteksi sesaat setelah prompt login keluar. Jadi untuk mengkonfigurasi device nirkabel perlu sebuah script lagi agar konfigurasinya dapat digunakan hanya dengan menjalankan sebuah file script saja.




isi file script start-wireless.sh :
#!/bin/sh
ifconfig wi0 192.168.10.1
netmask 255.255.255.0
wicontrol –i wi0 –s wireless
wicontrol –i wi0 –k 4321
wicontrol –i wi0 –e 1
wicontrol –i wi0 –f 11

Setelah semua perangkat lunak sudah dikonfigurasi, sekarang waktunya untuk mempersiapkan perangkat keras yaitu sebuah antena. Antena yang akan digunakan untuk menerima koneksi dari workstation yang akan akses ke jaringan kabel digunakan antena omni directional karena tujuannya adalah semua workstation yang ada disekitar antena dapat mengakses gateway yang telah dibuat. Merakit antena omni agar siap untuk disambung dengan kabel coaxial. Tahap – tahap perakitan dapat dilihat pada gambar 11 - 14.
                                       
Gambar 11. Antena Omni Directional Hyper-Gain      Gambar 12. Kaki Antena

Memasang kabel coaxial pada antena (gambar 12) dan pasang tiang penyangganya
(gambar 13).
                                
Gambar 13. Antena Omni dan Kabel Coaxial    Gambar 14. Antena Omni, Kabel dan Pipa penyangga

Sambung kabel coaxial ke device nirkabel menggunakan konverter (gambar 15).
Gambar 15. Konverter Coaxial ke Konektor Antena Device Orinoco


Setelah semuanya siap maka hasil dari pemasangan semua perangkat yaitu 1 unit PC dengan 1 device ethernet yang tertancap diPCI pada suatu jaringan ,1 device nirkabel dan PCMCIAtoPCI dimana device nirkabel telah terhubung pada kabel antena dan sambungan ke kabel coaxial berserta antena yang  sudah terpasang pada kabel coaxial. Pemasangan antena harus pada tempat yang strategis dan tidak ada halangan agar semua workstation dapat mengaksesnya dari arah manapun juga.

5. UJI COBA SISTEM
Kondisi sistem saat uji coba adalah gateway FreeBSD menggunakan dua buah interface yaitu Intel Ethernet Express Pro 100 dengan Orinoco Silver Edition. Interface Intel EEPro terhubung dengan jaringan kabel dengan ip network address 202.43.253.0/26 dan diberi ip address 202.43.253.9, untuk interface orinoco terhubung dengan jaringan nirkabel dengan mode jaringan ad-hoc atau peer to peer dengan ip network address 192.168.10.0/24. IP Address yang disetting pada device tersebut adalah 192.168.10.1, dengan SSID = “wireless”, password WEP key enabled, Key = “4321” dan Channel = 11. Sistem tersebut memiliki default gateway menuju ip 202.43.253.1. Sebuah laptop dipasang device orinoco silver dan diberi konfigurasi IP Address 192.168.10.10 dan SSID = “wireless”, WEP key enabled, Key = “4321” dan Channel = 11. Pengetesan simulasi access point menggunakan gateway FreeBSD ini dilakukan dengan mencoba melacak apakah paket yang dikirim oleh workstation nirkabel dapat mencapai jaringan kabel. Pengetesan dapat dilakukan dengan beberapa cara. Karena terdapat dua konfigurasi yang berbeda yaitu menggunakan NAT dan tidak maka metode pengetasannya berbeda. Yang pertama adalah pengetesan router tanpa menggunakan NAT. Pengetesan ini cukup dilakukan dengan menggunakan command utiliti ping dimana laptop ping ke server mandrake.petra.ac.id di jaringan kabel, dan jika ada response dari server tersebut maka router yang dibuat untuk menyambungkan jaringan nirkabel dan jaringan kabel telah berhasil.

Gambar 16. Ping ke Jaringan Kabel

Untuk konfigurasi kedua (NAT) cara pengetesan sedikit rumit karena jarang sekali ada utiliti yang menampilkan log secara keseluruhan isi sebuah paket. Untuk mudahnya dengan cara login ke server john. petra.ac.id lain di jaringan kabel dan melihat darimanakah user tersebut login dengan perintah “w” dan apabila user berasal dari IP Address 202.43.253.9 atau hostname matt.petra.ac.id maka NAT telah berhasil.
Gambar 17. Koneksi SSH ke Server John


6. KESIMPULAN
FreeBSD dapat menghubungkan jaringan dengan media kabel dan nirkabel dengan mengfungsikan FreeBSD tersebut sebagai router. Selain itu FreeBSD selain itu dapat juga dikonfigurasi sebagai Gateway yang dapat menjalankan Internet Connection Sharing. Tetapi FreeBSD tidak dapat mensimulasikan sebagai seluruhan kemampuan dari “access point”. Kekurangannya yaitu terletak pada device nirkabel Orinoco tidak dapat difungsikan sebagai bridge, walaupun sebenarnya kernel FreeBSD itu sendiri sudah support untuk bridge.

Posted by Pandoe_46™ on Senin, 23 Mei 2016 - Rating: 4.5
Title :
Description : TUGAS REVIEW JURNAL/PAPER NamaDosen                 : Maulana Malik Ibrahim Nama Reviewer          : Pandu Erawam Kelas          ...

Share to

Facebook Google+ Twitter

0 Response to " "

Posting Komentar

Posting Lebih Baru
Posting Lama
Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)
Copyright © 2012 ANAK GUNDAR - All Rights Reserved
Design by Pandu Erawan - Powered by Blogger